Drone Rudal Rusia Hantam Ibu Kota Ukraina, 1 Orang Tewas dan Puluhan Terluka
News DeltaPawan – Drone Rudal Rusia kembali mengguncang ibu kota Kiev pada pagi hari Senin, 25 Desember 2024. Serangan tersebut menewaskan satu orang dan melukai puluhan lainnya, sementara kerusakan besar terlihat di berbagai titik strategis di kota. Kejadian ini menambah ketegangan yang sudah memuncak antara Ukraina dan Rusia yang terus berlangsung sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022.
Menurut Kepolisian Ukraina, serangan udara tersebut melibatkan drone dan rudal yang ditembakkan ke beberapa wilayah di ibu kota. Warga Kiev yang tengah menjalani aktivitas pagi mereka merasakan getaran keras dan mendengar suara ledakan keras. Banyak yang berlarian menuju tempat perlindungan terdekat, sementara tim penyelamat segera dikerahkan ke lokasi-lokasi yang terdampak.
Korban Jiwa dan Kerusakan Infrastruktur
Satu orang dilaporkan tewas akibat serangan ini, sementara puluhan lainnya, termasuk warga sipil dan petugas keamanan, terluka akibat debris dan dampak ledakan. Beberapa di antaranya mengalami luka serius dan harus dilarikan ke rumah sakit terdekat. Wali Kota Kiev, Vitaliy Klitschko, menyampaikan keprihatinannya atas serangan tersebut, mengatakan bahwa serangan ini mengingatkan dunia akan kengerian perang yang terus dialami oleh rakyat Ukraina.
“Ini adalah serangan brutal yang hanya menambah penderitaan bagi rakyat Ukraina. Kami akan terus melawan dan tidak akan menyerah pada agresi ini,” ujar Klitschko dalam konferensi pers setelah serangan.
Kerusakan besar juga terlihat pada sejumlah bangunan di sekitar lokasi serangan, termasuk gedung perkantoran dan gedung apartemen, yang mengalami kerusakan pada bagian luar. Tim penyintas dan petugas pemadam kebakaran terus bekerja untuk membersihkan puing-puing dan mengevakuasi korban yang masih terperangkap di bawah reruntuhan.
Baca Juga: Jaksa Agung Mutasi 68 Pejabat 43 Kajari Berganti
Jenis Serangan: Drone dan Rudal Rusia
Serangan ini diduga dilakukan oleh pasukan Rusia menggunakan drone serang dan rudal jarak jauh. Menurut Kementerian Pertahanan Ukraina, sebagian besar drone yang digunakan diluncurkan dari wilayah timur Ukraina yang kini dikuasai oleh pasukan Rusia. Serangan udara ini, yang sering terjadi dalam beberapa bulan terakhir, bertujuan untuk melemahkan infrastruktur Ukraina, terutama di sektor energi dan komunikasi, serta menargetkan lokasi-lokasi strategis yang dianggap penting oleh pihak Rusia.
“Serangan semacam ini dirancang untuk merusak infrastruktur kami dan menebarkan ketakutan di tengah warga sipil. Namun, kami akan terus berjuang dan tidak akan membiarkan Rusia memenangkan perang ini,” kata Mikhailo Podolyak, penasihat Presiden Ukraina, dalam sebuah pernyataan.
Drone Rudal Rusia Reaksi Internasional Terhadap Serangan
Serangan ini memicu kecaman keras dari negara-negara Barat, yang sejak awal memberikan dukungan besar kepada Ukraina. Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Inggris menyatakan penyesalan mendalam atas jatuhnya korban jiwa dan luka-luka akibat serangan tersebut. Kedutaan Besar Amerika di Kiev mengutuk keras serangan ini dan menegaskan bahwa Rusia bertanggung jawab penuh atas eskalasi kekerasan yang merenggut nyawa warga sipil.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price, menyatakan, “Serangan terhadap warga sipil Ukraina adalah pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Kami mendukung Ukraina dalam upaya mereka untuk membela diri dan mengutuk keras kekejaman ini.”
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam pernyataan malamnya mengungkapkan, “Kami akan terus melawan dengan segala kemampuan yang kami miliki, dan dunia harus semakin kuat menekan Rusia untuk menghentikan serangan terhadap kami.”
Peningkatan Serangan Udara Rusia: Strategi Militer yang Mengkhawatirkan
Serangan ini menjadi bagian dari pola peningkatan serangan udara Rusia yang semakin intensif dalam beberapa bulan terakhir. Pasukan Rusia diketahui telah menggunakan drone serang dan rudal balistik untuk menargetkan wilayah-wilayah infrastruktur kritis di Ukraina, terutama yang terkait dengan energi, seperti pembangkit listrik, saluran gas, dan transmisi listrik. Ukraina, yang bergantung pada pasokan energi untuk bertahan, telah mengalami pemadaman listrik besar-besaran akibat serangan ini.
Meskipun serangan-serangan ini tidak sepenuhnya menghentikan kemampuan Ukraina untuk bertahan, mereka tetap berdampak signifikan terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat, menciptakan ketegangan yang semakin tinggi di kalangan warga sipil yang hidup di bawah ancaman serangan udara setiap hari.
Respons Pertahanan Ukraina: Sistem Pertahanan Udara
Sebagai balasan terhadap serangan ini, Ukraina terus memperkuat sistem pertahanan udara mereka dengan bantuan dari negara-negara sekutu, termasuk Amerika Serikat dan Inggris. Sistem pertahanan udara Patriot dan S-300 yang dipasok oleh sekutu-sekutu Ukraina mulai memainkan peran penting dalam menanggulangi serangan-serangan udara ini, meskipun sistem tersebut belum sepenuhnya dapat mencegah semua serangan.
Namun, dengan teknologi rudal yang terus berkembang dan kemampuan drone serang yang semakin canggih, Ukraina menghadapi tantangan besar dalam melindungi ibu kota dan kota-kota lainnya dari ancaman udara yang datang.
Zelenskyy juga mengungkapkan bahwa Ukraina akan terus meminta lebih banyak dukungan dari negara-negara Barat dalam bentuk sistem pertahanan udara dan senjata canggih lainnya untuk menghadapi ancaman yang semakin intensif ini.
Krisis yang Belum Berujung: Kehidupan di Bawah Ancaman
Bagi warga Kiev dan kota-kota lain yang terdampak, hidup di bawah ancaman serangan udara telah menjadi kenyataan sehari-hari. Sistem sirene berbunyi hampir setiap hari, memperingatkan penduduk akan kemungkinan serangan. Banyak warga yang tinggal di shelter atau tempat perlindungan bawah tanah, terutama saat malam hari ketika serangan udara bisa datang kapan saja.
“Serangan hari ini adalah pengingat bahwa perang ini belum selesai. Kami harus lebih kuat dan lebih siap. Kami tidak tahu apa yang akan terjadi besok, tapi kami akan terus berjuang untuk keluarga kami dan masa depan kami,” kata Olga, seorang ibu rumah tangga yang selamat dari serangan hari ini.
Kesimpulan: Perang yang Tak Kunjung Berakhir
Serangan drone rudal Rusia yang menghantam Kiev menambah daftar panjang penderitaan warga Ukraina dalam konflik yang telah berlangsung hampir tiga tahun. Meskipun ada upaya internasional untuk menciptakan solusi diplomatik, serangan-serangan udara seperti ini menunjukkan bahwa perang Ukraina masih jauh dari kata selesai.
Dengan dukungan internasional yang terus mengalir, Ukraina bertekad untuk bertahan, namun tantangan besar tetap ada di depan mereka, termasuk bagaimana mengatasi ancaman serangan udara yang terus-menerus mengancam keselamatan rakyatnya.















