Harga BBM di 85 Negara Melonjak Akibat Perang Iran, Vietnam Tertinggi
News DeltaPawan – Harga BBM di 85 Negara Konflik berkepanjangan antara Iran dan koalisi militer Barat telah memicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di setidaknya 85 negara di seluruh dunia, menurut data terbaru dari platform Global Petrol Prices. Lonjakan harga ini merupakan dampak langsung dari gangguan pasokan minyak global akibat konflik yang dimulai saat serangan militer besar diluncurkan terhadap fasilitas energi Iran pada akhir Februari 2026.
Vietnam menjadi salah satu negara yang paling terdampak, dengan harga bensin naik hampir 50 persen, dari sekitar US$0,75 per liter menjadi US$1,13 pada awal Maret. Negara-negara tetangga seperti Laos (33%) dan Kamboja (19%) juga mencatat kenaikan signifikan.
Ketergantungan terhadap pasokan dari Selat Hormuz, jalur utama ekspor minyak dunia yang kini terganggu, menjadi salah satu faktor utama lonjakan harga BBM di banyak negara.
Lonjakan Harga BBM Global: 85 Negara Naik, Vietnam Hampir 50 Persen
Paska eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, harga energi global mengalami guncangan hebat. Lonjakan harga BBM kini dilaporkan oleh 85 negara, mencerminkan dampak luas dari ketidakstabilan pasokan minyak di pasar internasional.
Vietnam menjadi sorotan utama karena mencatat kenaikan harga bensin paling tajam di dunia, mendekati 50 persen dalam waktu kurang dari dua minggu sejak perang dimulai. Hal ini membuat konsumen Vietnam harus mengeluarkan biaya yang jauh lebih besar untuk mobilitas sehari‑hari mereka.
Harga bensin di banyak negara Asia mengalami lonjakan karena sebagian besar minyak mereka diimpor melalui Selat Hormuz yang kini efektif ditutup. Akibatnya, permintaan terhadap minyak dari rute alternatif meningkat, yang pada gilirannya mendorong harga BBM di SPBU.
Baca Juga: BGN Hemat Anggaran Rp 5 Triliun karena MBG Disetop Saat Libur Lebaran
Krisis Energi Global: BBM di 85 Negara Naik, Vietnam Paling Parah
Tren harga BBM melonjak di seluruh dunia terus terjadi sejak konflik di Timur Tengah meningkat. Data terbaru menunjukkan paling tidak 85 negara telah menaikkan harga bensin sebagai respon terhadap kenaikan harga minyak mentah di pasar global.
Di antara negara-negara tersebut, Vietnam mengalami lonjakan paling ekstrem: hampir 50 persen kenaikan harga BBM dalam rentang pendek waktu. Hal ini mencerminkan kerentanan perekonomian negara terhadap gejolak pasokan minyak global yang dipicu oleh perang Iran.
Negara-negara di Asia lainnya seperti Laos, Kamboja, serta Australia juga mengalami kenaikan signifikan, menunjukkan bahwa dampak krisis energi tidak hanya terbatas pada wilayah konflik saja.
Dampak Perang Iran: 85 Negara Laporkan Harga BBM Melonjak
Perang di Iran kini memberi dampak nyata pada kehidupan masyarakat di berbagai belahan dunia. Lonjakan harga BBM dilaporkan di sekurangnya 85 negara, termasuk di kawasan Asia, Eropa, dan Amerika.
Menurut pemantauan Global Petrol Prices, Vietnam mencatat lonjakan terbesar hingga nyaris 50 persen dibanding periode sebelum konflik. Negara‑negara tetangga seperti Laos (33%) dan Kamboja (19%) juga mengalami kenaikan harga yang tidak kecil.
Sementara beberapa negara seperti India berhasil menahan harga BBM domestik melalui kebijakan harga terkendali, banyak negara lain tidak mampu menahan tekanan dari meningkatnya harga minyak mentah di pasar internasional.















