BGN Hemat Anggaran Rp 5 Triliun karena MBG Disetop Saat Libur Lebaran
News DeltaPawan – BGN Hemat Anggaran Rp 5 Triliun Kebijakan penghentian sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama libur Lebaran membawa dampak signifikan terhadap pengelolaan anggaran negara. Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat penghematan hingga Rp 5 triliun selama periode tersebut.
Langkah ini diambil sebagai bentuk penyesuaian operasional, mengingat aktivitas sekolah dan layanan publik yang menjadi sasaran program MBG juga mengalami jeda selama hari raya.
Alasan Penghentian Sementara
Penghentian program MBG dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa faktor:
Libur panjang sekolah yang membuat distribusi makanan tidak optimal.
Berkurangnya aktivitas penerima manfaat utama.
Efisiensi anggaran untuk menghindari pemborosan logistik.
BGN menilai bahwa melanjutkan program di masa libur justru berpotensi menimbulkan inefisiensi dalam distribusi dan pemanfaatan anggaran.
Baca Juga: Pelabuhan Merak Lengang Siang Ini Puncak Arus Mudik Diprediksi Rabu
Besaran Penghematan
Penghematan Rp 5 triliun berasal dari:
Pengurangan biaya bahan makanan.
Efisiensi distribusi dan logistik.
Penghentian operasional dapur program sementara waktu.
Dana yang dihemat ini rencananya akan dialokasikan kembali untuk memperkuat program setelah masa libur berakhir.
Dampak terhadap Program MBG
Meski dihentikan sementara, BGN memastikan bahwa:
Program MBG akan kembali berjalan normal setelah libur Lebaran.
Tidak ada pengurangan target penerima manfaat dalam jangka panjang.
Evaluasi dilakukan untuk meningkatkan efektivitas program.
Langkah ini justru dianggap sebagai strategi untuk menjaga keberlanjutan program secara keseluruhan.
Respons Publik
Kebijakan ini menuai beragam tanggapan:
Sebagian pihak mendukung karena dinilai efisien.
Ada juga yang khawatir terhadap dampaknya bagi penerima manfaat.
BGN menegaskan bahwa penghentian bersifat sementara dan tidak mengurangi komitmen pemerintah terhadap pemenuhan gizi masyarakat.















